Hai orang-orang beriman Janganlah harta-harta kamu & anak-anak kamu menlalaikan kamu dari berzikir, mengingati Alllah.

Barang siapa yang membuat semediakian maka mereka itulah orang-orang yang rugi

Tidak apa yang menjadi miliku .... melainkan segalanya pinjaman dari Mu ........ dari Mu aku datang, kepada Mu jua aku akan kembali.

Sesungguhnya aku inginkan keredhaan dari Mu dalam setiap apa yang aku lakukan dan setiap apa yang bakal aku lakukan, hanya kepada Mu aku berserah.

Moga aku akan diberikan ketabahan dan kekuatan iman serta sentiasa dalam ingatan & bimbingan Mu dalam menempuh kiku-liku kehidupan di dunia ini.
   

<< May 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

BLOG YANG BERGUNA:

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

May 28, 2005
TUKANG KAYU

                                     Image hosted by Photobucket.com


 

Seorang tukang kayu yang tua ingin berhenti dari pekerjaannya di sebuah syarikat pembinaan rumah. Ia menyampaikan hasratnya kepada pemilik perusahaan itu.  Dengan pesaraannya,  itu bermakna si tukang kayu  akan kehilangan hasil pendapatannya, tetapi si tukang kayu tetap dengan keputusannya  untuk bersara kerana dia rasa dia sudah terlalu tua. 


Si tukang kayu ingin berihat dan menghabiskan sisa-sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama isteri dan keluarganya.


Pemilik perusahaan merasa sedih kerana dia akan kehilangan seorang pekerja yang terbaik.  Lalu pemilik itu meminta kepada  si tukang kayu supaya membinakannya sebuah rumah untuk dirinya sebelum si tukang kayu itu bersara.


Tukang kayu mengangguk menyetujui permintaan pemilik perusahaan itu.  Tetapi hatinya berat untuk melaksanakan permintaan pemilik perusahaan itu kerana si tukang kayu ingin berhenti dengan secepatnya.  Si Tukang kayu melakukan perkerjaannya dengan tidak sepenuh hati. Dengan perasaan asalkan boleh si tukang kayu menyiapkan rumah itu.


Ia hanya menggunakan bahan-bahan yang sekadarnya dan yang mana boleh. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh pemilik perusahaan itu.  Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Dan kalau di fikir betul-betul sungguh sayang kerana  hasil kerja yang terakhir si tukang kayu tidak begitu mengagumkan.


                                                            


Ketika pemilik perusahaan itu datang untuk melihat rumah yang sudah selesai dibena itu,  pemilik itu menyerahkan kunci rumah itu pada si tukang kayu.


"Ini adalah rumahmu," katanya,

"Hadiah dari aku."

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya dia mengetahui rumah yang dibina itu adalah untuk dirinya sendiri,  dia  sudah tentu akan mengerjakannya dengan cara yang  terbaik dan mengunakan bahan-bahan yang bermutu. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tidak bermutu dan setiap hari terpaksa melihat hasil karyanya sendiri yang menyedihkan.


Posted at 12:49 am by suriram

skruemas
June 13, 2005   08:50 AM PDT
 
insaf skru aper bila membaca entry ini... bertapa berkuasanya Allah dan bertapa kedilnye kita sebagai hambanya... namun mengapakah masih ada *tak yah gie jejauh la... diri skru nie pun cukup la...* masih tidak takut membuat dosa...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry